Do'a ........[part 1]

22 Oktober 2010 pukul 10:08
         Pagi memulai hari ini dengan selimut dinginnya yang menelangkupi setiap makhluk, Menyerang mereka untuk menghentikan aktifitasnya dengan rasa dingin yang luar biasa menyerang tubuh, apalagi dengan hembusan angin laut yang memang hanya berjarak ratusan meter saja dari rumah, menambah suasana semakin mendukung untuk kembali terlelap. Sementara pagi masih petang oleh matahari yang terlalu malas untuk memijarkan sinar, sang matahari membiaskan siluet paginya. Aku yang masih saja terlelap oleh pejaman mataku yang telah berkali-kali kucoba membukanya tetapi tetap tak mau sepicingpun terbuka tiba-tiba merasakan sebisik lembut suara itu, disertai sehembus nafas pelan menerobos telinga kananku seraya sebentuk lembut tangan menggenggam tanganku
“Yahh…sudah hampir subuh……!”
        Aku Tersentak seraya spontan membuka kedua mata, yang kujumpai adalah wajah lembut itu, tatapan teduh yang senantiasa menenangkan dalam setiap padangannya. Membuatku langsung beranjak bangkit dari petang yang sebenanrnya sangat menggoda untukku kembali melelapkan wajah ini, dalam lembutnya tempat tidur dan lelapnya bantal guling yang tentu saja akan sangat menggoda, tetapi wajah itu selalu membuatku bisa bangkit, menghindari setiap godaan yang selalu saja menjelang dalam kehidupanku.
Yahhh…wajah teduh itu…wajah yang terus memancarkan sinar dalam senyap, pengap dan gelapnya kehidupanku….wajah yang selalu saja bisa menopangku akan buasnya kehidupan, semua kelelahan dan segenap yang telah menjadi derail dalam segenap lelah kehidupanku.
        Gemericik air yang mengalir melalui kran menemani keheningan pagi yang masih sangat buta, langkah beratku yang tertuju menuju dinginnya pagi membawaku memasuki hawa dingin yang menanti di kamar mandi, gayung yang perlahan membawa air merata dalam tubuhku membuat rasa kantukku menghilang begitu saja berganti rasa dingin yang luar biasa, maklum saja daerah pesisir memang terkenal dengan paginya yang menusuk, apalagi musim panas seperti ini.
        Langkah yang meninggalkan semua kedinginan dikamar mandi membawaku kembali kekamar yang masih saja gelap, kulihat sesosok wajah teduh itu telah menantiku dengan senyumannya. Mukena putih yang dipakainya memancarkan penjar tersendiri yang membuat dia terasa semakin teduh berpijar walaupun dalam gelapnya romansa kamar itu, ya Allah …… aku bersyukur atas semuanya, kau berikan keteduhan yang sangat berarti dalam semua gelap yang selalu aku jalani..

No comments:

Post a Comment